HUKUM SHALAT SUNNAH SEBELUM MAGHRIB KAJIAN DALAM MUKHTALIF AL-HADIS

Solehuddin Harahap

Abstract


Di antara shalat sunnah yang kita kenal, adalah shalat sunnah rawatib yang dilaksanakan beriringan dengan shalat fardhu baik sebelum ataupun sesudahnya. Diantara keseluruhan shalat sunnah tersebut, ada yang kesunnahannya bersifat muakkad (sangat dianjurkan), ada yang hanya sebatas mustahab (dianjurkan), ada yang hanya sekedar dibolehkan, ada yang dimakruhkan bahkan diharamkan. Namun tentu tidak semua hukum yang disebutkan di atas disepakati oleh para ulama. Hal tersebut dikarenakan adanya beberapa faktor yang menimbulkan perdebatan di antara mereka. Di antaranya adalah ditemukannya beberapa hadits yang secara lahir maknanya bertentangan satu sama lain, atau dalam ilmu hadits hal tersebut dikenal dengan istilah mukhtalaf al-ahadits.

Perbedaan yang ditimbulkan adalah perbedaan dalam hal menyikapi hadits-hadits tersebut. Karena dalam ilmu mukhtalaf al-hadits sendiri para ulama telah merumuskan beberapa cara atau solusi dalam menyikapi hadits-hadits tersebut. Antara lain adalah dengan al-jam’u (mencari titik temu), al-tarjih (mencari yang paling kuat), dan ma’rifah an-nasikh wal mansukh (mengetahui mana yang menasakh dan mana yang dimansukh).Namun permasalahannya tidak berhenti sebatas dengan mengetahui cara-cara di atas. permasalahan lain yang sering muncul adalah timbulnya perbedaan pandangan di antara para ulama mengenai cara mana yang paling tepat untuk digunakan dalam menyikapi hadits-hadits yang bertentangan itu. Yang pada akhirnya akan menimbulakan perbedaan dalam pengambilan kesimpulan hukum sesuai cara yang ditempuh oleh masing-masing ulama.

Keywords


Hukum, Shalat Sunnah, Maghrib, Hadis.

Full Text:

RTF

References


Ali Hasballah , Usul Tasyri’ al-islami, Darul Ma’arif, Mesir : 1976.

Al-majmu’ syarah al muhazzab, Imam Nawawi, IV/8.

Daniel Juned, Ilmu Hadis, Jakarta: Erlangga, 2010.

Dr. Moh. Isom Yoesqi, Inklusivitas hadist Nabi Muhammad Saw menurut Ibnu Tamiyah,2006. Jakarta: Pustaka Mapan.

Imam Alsyafi’i , Khilafal Hadis Beirut : Muassasah al- Kutub Al – Tsaqafiyyah, 1985.

Imam Bukhari. Shahih al-Bukhari, Beirut: Dar Ibn Katsir, 1987.

Imam nawawi Al-majmu’ syarah al muhazzab, (tt,juz IV).

M. Syuhudi Ismail, Hadis Nabi Yang Tekstual Dan Kontekstual,Jakarta: Bulan Bintang, 2009.

Muhammad hasbi Ash-Shiddiqie, Pengantar hukum Islam, (Semarang: Pustaka Rizki Putra), 2001.

Muhammad Ma’shum Zein Zubrah Usul Fiqh, Jombang Darul Istiqamah, 2008.

Mukhtar Yahya dan Fatchur Rahman, Dasar-dasar pembinaan hukum Islam, (Bandung : Al-Maarif), 1997.

Nihayatuz zein, Saikh Nawawi albantani,

Nuruddin ‘Itr, “Ulûm al-Hadîts”, diterjemahkan oleh Mujiyo dari Manhaj al-Naqd fî Ulûm al-Hadîts (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1994) Cet. ke-1.

Saifullah Ansyari, Khazanah pemikiran Al-Syafi’i dan Ibnu Tamiyah dalam memahami hadist Mukhtalif, Tesis program Magister ( Banda Aceh, IAIN Ar-Raniry,2002).

Sayed Muhammad Bin Alwi, AlQawaid Asasiah Fi Usulil Fiqh. ( Jeddah: Hazamain T.T.) 2010.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 HUKUMAH: Jurnal Hukum Islam

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Copyright of HUKUMAH: Jurnal Hukum Islam E-ISSN: 2614-6444

 
Published by :
Lembaga Penjaminan Mutu (LPM)
Sekolah Tinggi Agama Islam Tuanku Tambusai
Jl. Riau No. 02 Kel. Pasir Pengaraian Kec. Rambah, Kab. Rokan Hulu
Telp. - 082214220067
Faks. -
Email: hukumah@yahoo.com

Creative Commons License
Flag Counter