KONSEP TENTANG MASYARAKAT (Ummah, Sya’b, Qawm, dan Qabilah)

Raja Lottung Siregar

Sari


Sebagai makhluk sosial, manusia harus berinteraksi dengan manusia lainnya, dan membutuhkan lingkungan sosial. Ia menginginkan adanya lingkungan sosial yang ramah, peduli, santun, saling menjaga dan menyayangi, bantu membantu, taat pada aturan, tertib, disiplin, menghargai hak-hak asasi manusia dan sebagainya. Lingkungan yang demikian itulah yang memungkinkan ia dapat melakukan berbagai aktivitasnya dengan tenang, tanpa terganggu oleh berbagai hal yang dapat merugikan dirinya. Kata ummah dan sya’b kita temukan dalam Qur’an. Ummah adalah persaudaraan universal yang berdasarkan iman, yang merupakan pengganti yang lebih kuat daripada kesetiaan ikatan darah dan kesukuan bangsa Arab.   Pada pengertian ini dinyatakan bahwa wilayah cakupan Ummah sangat luas, jauh melewati batas kesukuan bangsa Arab dan ikatan yang menyatukan Ummah juga lebih kuat daripada yang selama ini dipegang oleh bangsa Arab berupa ikatan darah dan kesukuan, yaitu keimanan. Selanjutnya, kata syu’ub sebagaimana terdapat pada ayat al-Qur’an berarti bangsa, sedangkan qabail lebih khusus lagi dari syu’ub, yaitu suku-suku. Bangsa dan suku termasuk berada dalam masyarakat, atau sebagai unsur dari masyarakat.

 

Kata kunci: Masyarakat, Ummah, Sya’b, Qawm, dan Qabilah


Teks Lengkap:

PDF (English)

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.




##submission.copyrightStatement##



Copyright by: HIKMAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam 

E-ISSN: 2085-8663



Published by:

Lembaga Penjamin Mutu (LPM)

Sekolah Tinggi Agama Islam Tuanku Tambusai

Jl. Riau No. 02 Kel. Pasir Pagaraian Kec. Rambah Kab. Rokan Hulu

Telp. 082214220067

Faks-

e-mai: hikmah_pendidikanislam@yahoo.com