STUDI KOMPARATIF PEMIKIRAN IBNU HAZM DAN IMAM AL-GHAZALI TENTANG ‘AZL SEBAGAI METODE KONTRASEPSI DAN RELEVANSINYA DENGAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA (KB) DI INDONESIA

Amrin Borotan

Abstract


Dalam pengembangan keturunan, Islam lebih mengutamakan pada masalah kualitas anak. Dan Islam tidak menghendaki keturunan yang lemah dan serba kekurangan baik lemah jasmani maupun rohani, dalam mengatasi masalah ini mungkin ada beberapa cara yang bisa kita lakukan sehingga himpitan ekonomi, pendidikan, yang tidak layak, kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi serta kepadatan penduduk yang semakin meningkat. Pada masa Rasulullah Saw untuk mengatasi masalah ini hal yang bisa di lakukan adalah dengan cara ‘azl yaitu menumpahkan seperma di luar rahim, sehingga tidak terjadi pembuahan yang akan menjadi janin.  Namun sekarang karena zaman sudah semakin modren maka teknik yang bisa dilakukan juga semakin banyak. Dan salah satu solusi yang dicanangkan oleh pemerintah untuk mengatasi masalah-masalah yang di atas adalah dengan menganjurkan program KB (keluarga Berencana), yang selanjutnya disingkat dengan KB. Imam al-Gazali sebagai penganut ajaran madzhab Syafi'i berpendapat bahwa ‘azl diperbolehkan walau tanpa persetujuan istri. Selain mendasarkan argumennya pada hadis Nabi, Imam al-Gazali juga membahas masalah ini terutama dari sudut biologi dan ekonomi. Dan ia menegaskan bahwa 'azl bukan merupakan pembunuhan dan tidak seperti aborsi atau pembunuhan anak, dimana terdapat kejahatan janin. Sedangkan Ibnu Hazm berbeda pendapat dari kebanyakan Ulama'. Ibnu Hazm sebagai penganut ajaran madzhab Zahiri menentang pelaksanaan 'azl secara mutlak.


Keywords


Azl, Kontrasepsi, Keluarga Berencana, Ibnu Hazm Dan Imam Al-Ghazali.

Full Text:

PDF

References


As-Sayyid Sabiq. 1873, Fiqh As-Sunnah Juz III, Beirut: al-Kitab al-Araby

A Rahmad Rosyadi Soeroso Dasar. 1986, Indonesia: Keluarga Berencana Ditinjau Dari Hukum Islam, cet. 1, Bandung : Pustaka,

Abu Muhammad bin Muhammad al-Gazali. 1975, Ihya’ Ulum ad-Din Juz II, Cet. I, Beirut: Dar al Fikr

Al-Hafidz Ibnu hajar Al-Asqolany. 1412 H, Al-Mughni, Cet II

A.W Munawwir. 1997, Kamus Al Munawwir, Surabaya: Pustaka Progresif

Abul Husain Muslim bin Hajjaj bin Muslim An- Naisaburi. 1419 H, Shohih Muslim, Darus Salam: Riyadh, Cet I

Abu Abdillah Muhammad bin Isma’il Al-Bukhari Al-Ja’fi. 1417 H, Shohih Bukhari, Darus Salam: Riyadh

Abu Isa Muhammad bin Isa bin Suroh bin Musa At-Turmudzi. 1420, Sunan At-Turmudzi, Darus Salam: Riyadh, Cet I

Abu Muhammad Al-Husni bin Mas’ud Al-Baghowy. 1414 H, Syarhus Sunnah, Beirut: Daarul Fikr

A. Rahmad Rosyadi. 1993, Islam Problema Sex Kehamilan dan Melahirkan, Bandung: Angkasa

Abdul Halim Awis. tt, Ibnu Hazm al-Andalusia, Tp: Daar al-I’tishan

A. Hafidz Anshori. 1993, Ensiklopedi Islam, Jakarta: PT Ikhtiar Baru van Hoeve

Abdurrahman Asy-Syarqowi. tt, Riwayat Sembilan Imam Fiqh, tt: Pustaka Hidayah

B.F. Musallam. 1985, Sek dan Masyarakat Dalam Islam, Bandung: Pustaka

Khuzainah T Yanggo & H. A. Hafiz Anshary A.Z. 1994, Problematika Hukum Islam Kontemporer, Jakarta: PT Pustaka Firdaus

Dwi Anton dan Dyah Andari. 2008, Memilih Kontraseosi Alami dan Halal, Solo: Aqwamedika,

Mahjuddin. 2003, Masailul Fiqhiyah : Berbagai Kasus yang dihadapi “Hukum Islam” Masa kini, Cet. 4, Jakarta : Kalam Mulia


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 HUKUMAH: Jurnal Hukum Islam

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Copyright of HUKUMAH: Jurnal Hukum Islam E-ISSN: 2614-6444

 
Published by :
Lembaga Penjaminan Mutu (LPM)
Sekolah Tinggi Agama Islam Tuanku Tambusai
Jl. Riau No. 02 Kel. Pasir Pengaraian Kec. Rambah, Kab. Rokan Hulu
Telp. - 082214220067
Faks. -
Email: hukumah@yahoo.com

Creative Commons License
Flag Counter